Berapa

Berapa lama lagi kita menghitung

Berapa lama lagi kita bertarung

Bukankah ini sudah tak ada artinya lagi?

Sang bernyawa yang akhirnya mati


Kalau boleh, aku minta sebatang lagi agar tak lupa

Perjalanan kita dan bagaimana awal kita berjumpa

Membakar sisa-sisa detik di atas tumpuan kaki

Berjalan berlari pulang dan pergi


Kawan, jemari ini sudah menghitam

Jiwaku sudah ditikam dan lebam

Punggungku telah merengut dan keram

Adakah boleh kita berpamitan?

Untuk sebentar saja,

hanya sampai surya tertelan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi 01 : Lampu

Membentur

Puisi 02 : Awan